Search

User Info

You are connecting to this site from: 38.103.63.60

Who's Online

We have 28 guests online
Home arrow Consciousness arrow Boikot Israel!! (emang bisa??)
Boikot Israel!! (emang bisa??) Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
07 Aug 06

Belakangan ini gue banyak nerima email, atau pesan-pesan di milis, yang intinya berupa ajakan memboikot produk-produk yang berkaitan dengan Israel.

 

Yah... nggak ada salahnya sih! Gue juga sebel kalo inget kelakuan Israel di Lebanon. Yang jadi pikiran gue, apa iya kita siap memboikot produk-produk Israel tersebut?

 

Masalahnya, kita yang hanyalah noktah-noktah kecil 'korban' dari penjajahan modern yang disebut 'globalisasi' ini. Globalisasi menurut  gue merupakan proses penjajahan 'pintar' yang dikemas supaya menarik dan indah (dan terasa mudah diterima).

 

Dengan globalisasi, para kapitalis dapat dengan mudah 'menjajah' negara lain tanpa perlu melalui kekuatan militer.

 

Image

Dengan globalisasi, konsep Neo Imperialisme dapat diterapkan dengan mudah tanpa harus 'menjajah' secara terang-terangan. Cukup dikendalikan dengan kekuatan politik, uang (ekonomi), dan ideologi.

Contohnya, negara kita, Indonesia. Negara ini tidak perlu diserang atau direbut melalui kekuatan militer. Dengan pola pikir penduduknya yang bodoh (termasuk gue), negara ini cukup diotak-atik melalui perekonomian, ideologi dan politik.

 

Ibaratnya seorang anak kecil yang masih tergantung orang tua, kalau baik, kita diberi hadiah, diberi uang, diberi kesenangan. Kalau nakal, dihukum. Uang jajan dipotong, dikurangi, atau tidak diberi sama sekali.

 

Sebagai anak kecil, kita dijejali petuah-petuah seperti harus menjadi anak baik, tidak boleh nakal, tidak boleh melawan 'orang tua', tidak boleh berteman sama anak nakal, dll. Akhirnya, karena kepentingan 'kita' juga, kita berusaha menjadi anak baik, penurut, tidak nakal, tidak melawan orang tua, atau tidak berteman dengan anak nakal.

 

Dalam konteks kenegaraan. Coba lihat negara-negara di dunia ini. Dalam lubuk hati nurani masing-masing pribadi pasti ada kesedihan melihat apa yang dilakukan oleh Israel di Lebanon. Pasti ada kemarahan karena melihat kezaliman. Pasti ada kebencian melihat ketidakadilan. Tapi secara kenegaraan, apa langkah masing-masing negara tersebut? Apa mereka melawan? menentang? marah? gusar???

Jangankan untuk melawan! untuk membela pihak yang didera kezaliman saja tidak akan berani.

 

Kenapa?

Segala sendi di dunia ini berkaitan dengan uang. Mulai dari sebuah pribadi, hingga konsep negara, membutuhkan uang untuk tetap hidup.

 

Mulai dari makan, pakaian hingga rumah (kebutuhan primer) hingga kesenangan (kebutuhan sekunder) memerlukan uang. Begitu pula sebuah negara. Untuk menjalankan sebuah negara, menggaji perangkat negara (pegawai/tentara), membangun infrastruktur, hingga segalanya juga membutuhkan uang.

 

Darimana uangnya?

Apakah seorang anak kecil yang berjualan es jeruk, membantu mencuci mobil atau mengasong di jalan mampu membiayai hidupnya?

Untuk tetap bertahan hidup, anak kecil tersebut mencari pinjaman, dipinjami uang, atau bahkan diberi uang dengan beragam cara yang berbeda.

 

Image

 

Begitu pula negara. Apakah benar negara kita mampu menghidupi lebih dari 220 juta warganya dengan mengeksploitasi isi negara ini?
Mengekspoitasi kekayaan alam? sumber daya manusia? apa itu cukup?

 

Cara yang lebih mudah adalah dengan 'menjual' negara kepada kapitalis. Kapitalis atau industrialis dengan beragam cara dapat 'menyumbang' uang untuk beragam kepentingan seperti investasi, perdagangan, dll. Bahkan bentuk sumbangan atau bantuanpun dapat menjadi cara untuk 'membeli' negara.

 

Tidak perlu contoh pada negara-negara donor seperti CGI, atau model institusi seperti IMF yang jelas-jelas berpijak pada kata 'donor'.

 

Pada contoh bencana tsunami di Aceh, puluhan negara industrialis menyumbang jutaan dollar untuk 'menghidupkan' Aceh. Melalui beragam yayasan, atau justru sumbangan resmi pemerintahannya, jutaan dollar uang kapitalis turut menyumbang untuk Aceh.

Untuk apa?

 

Apakah Anda pribadi mau menyumbang banyak harta Anda hanya karena kasihan? atau prihatin? atau mau membantu?

 

Jawabannya bisa ya, bisa tidak!

Walaupun jawabannya karena kasihan, prihatin, atau mau membantu. Kita dengan kultur 'kejawaan' yang mengenal konsep 'nggak enakan' sudah barang tentu menjadi tidak-enakan pada negara-negara penyumbang.

 

Kalau yang menyumbang itu Amerika, Inggris, atau mungkin Israel. Apa benar negara kita mau melawan, menentang, marah, atau gusar pada negara-negara tersebut????

 

Akhirnya, banyak negara-negara di dunia merasa cukup mengutarakan kecaman, kutukan atau ketidakpuasan saja dalam konsep administratif. Lalu dari segi langkah konkritnya apa?

Kalo yang dikecam, dikutuk, atau dikritik itu 'orang tua', sang anak bisa apa?

 

Kembali ke masalah boikot tadi. Dari email-email tersebut menyebutkan atau mengajak kita memboikot produk-produk yang berkaitan dengan Israel. Seperti gue bilang diatas. Idenya bagus sekali, menentang atau melawan secara halus (tetapi terlihat tidak nakal).

 

Image

 

Tapi siapkah Anda???

Banyak sendi kehidupan kita juga terkait dengan produk-produk tersebut. Tanpa disadari, produk-produk global tersebut juga menjajah kita secara alami.

Banyak ya? ini baru sebagian dari yang 'sedikit' muncul ke permukaan. Ada Coca-Cola, Danone, Kit-Kat, Starbucks, Intel, Estee Lauder, IBM, Disney, Marks & Spencer, Nestle, L'Oreal, Nokia, Sara Lee, Revlon, McDonalds, Clinique, DKNy, BOSS, Carrefour, Kotex, Nescafe, Johnson & Johnson, hingga Arsenal kesebelasan sepakbola Inggris juga berkaitan dengan Israel. 

 

Anda siap memboikotnya?

Setiap produk Israel memiliki kode (barcode) seperti gambar disamping. Anda bisa saja memilih produk-produk yang memiliki barcode tersebut untuk tidak dibeli atau digunakan. Tapi apa benar itu berguna? Sejauh mana efektifitas hasil pemboikotan tersebut? 

Image

 

Kalaupun kita memboikotnya, hasilnya tentu sudah diperhitungkan oleh tangan-tangan yang berkuasa. Resiko seperti ini pasti sudah dihitung jika kerugian yang diperoleh karena boikot masih lebih kecil dari keuntungan yang didapat karena peperangan.

 

Ingat! kita hanyalah noktah-noktah kecil yang merupakan dampak sampingan dari pergerakan bidak-bidak catur oleh tangan-tangan yang lebih berkuasa.

 

Lebih jauh mengenai Boycott Israel Campaign bisa di cari via Google



Comments (15) >>
...
written by Tri Sugihantoro, March 31, 2007

Banyak orang yang menyatakan aksi boikot Israel sangat tidak menguntungkan bahkan tidak berdampak sama sekali. Namun, kalau kita belajar matematika, kita bisa menghitung betapa tidak sedikitnya uang kita yang kita setorkan ke Israel dengan membeli produk-produk sponsornya.
Anda bisa bayangkan, jika sebuah produk mengambil keuntungan Rp. 100 (naif banget ya? tetapi ini gambaran sedikitnya saja), berapa rupiah yang bisa kita stop ke zionis? Saya dulu mengonsumsi Aqua dan Biskuat (Danone), berponsel Nokia, menggunakan shampo Rejoice (P&G), Minum susu Dancow dan Energen (Nestle), dan tentu banyak lagi yang saya tidak ingat atau tidak tahu kalau produk tersebut berkaitan dengan Israel. Sekarang saya coba boikot kelima produk yang saya sebutkan tadi dengan mencari pengganti yang Insya Allah tidak terkait dengan Israel. Artinya, saya menghentikan kurang lebih Rp. 500 bantuan ke Israel per bulannya. Setahun Rp. 6000. Jika semua muslim di Indonesia melakukannya maka dana yang bisa kita alihkan mencapai Rp. 6000 x 200.000.000 jiwa = Rp. 1.200.000.000.000.000 per tahun. Bayangkan saudara-saudara! Itu baru pengandaian minimal, lima produk di Indonesia! Bagaimana kalau ratusan produk pendukung Yahudi diboikot oleh seluruh muslim di dunia? Hitung saja sendiri ya! Khan udah pinter... ;)

...
written by hein, June 23, 2007

aku baru baca artikel ini kemudian baca komentar Tri Sugihantoro. satu kata untuk bapak tri: b***hnya

...
written by boni, July 11, 2007

jadi kesimpulannya (tolong di koreksi ya):
1.bangsa indonesia dan bangsa lain sulit melaksanakan boikot produk karena boikot produk adalah cara ekonomi sedang konflik israel adalah konflik politik
2.konflik israel akan terus terjadi meskipun tidak di dukung secara politik,karena ada dukungan dari segi ekonomi
3.trus gimana caranya konflik ini berakhir?
thanks


...
written by avandito, July 15, 2007

Baca koment na Tri Sugihantoro jadi pengen ngakak... beliau mengonsumsi Aqua dan Biskuat (Danone), berponsel Nokia, menggunakan shampo Rejoice (P&G), Minum susu Dancow dan Energen (Nestle :D :D :D lalu memboikut dg tidak pake produkna aqua diganti air kendi ponsel nokia ganti kentongan biskuat diganti ketela pohon susu dancow diganti air tajin energen diganti tiwul dan gatot hasilnya pikir sendiri... :D

...
written by Chris, July 16, 2007

emangnya air minum cuma aqua? biskuit cuma danone? ponsel cuma nokia? susu cuma dancow? :P setuju sama pak Tri! justru dia itu cerdas dan luas wawasannya karena ga harus tergantung sama produk israel. Orang yg nyangka boikot israel adalah b***h, berarti dia yg b***h... dah bisa pake internet ko masi b***h... ;D dan sy yakin pa Tri ga akan balik ke jaman batu, pake kentongan, ketela pohon, air tajin, dan tiwul seperti avandito... :D :D

...
written by SALIS, August 13, 2007

orang yang b***h itu yang hanya melihat segala sesuatunya dari 1 sisi.setuju dengan pak tri!!!

...
written by Agung, September 20, 2007

Cint*i Produk Dalam Negeri = boykot israel

...
written by Munif, October 11, 2007

Salut buat bpk.Teguh., gw setuju dengan pemikirannya ,walaupun gak seberapa itu adalah suatu perubahan.....

...
written by Rara, October 19, 2007

aneh bgt ada orang yang ngakunya gak liat dari 1 sisi.. nyatanya ngeliat cuma dari satu sisi.. setuju banget ma boni.. diperjelas ya.. 1.bangsa indonesia dan bangsa lain sulit melaksanakan boikot produk karena boikot produk adalah cara ekonomi sedang konflik israel adalah konflik politik (konflik politik sama sekali gak terkait sama pemboikotan produk, orang yang merasa memboikot produk bisa membantu konflik negara lain, cuma orang yang desperate karena gak bisa berbuat apa2 untuk ikut terjun ke politik luar negeri.. dan gw yakin mereka itu orang yang masih rookie untuk urusan politik) 2.konflik israel akan terus terjadi meskipun tidak di dukung secara politik,karena ada dukungan dari segi ekonomi (bener bgt! konflik itu cuma bisa diselesaiin sama negara yang bersangkutan, ATAU negara lain, tetapi secara SAH dan DIAKUI dunia.. bukan dengan pemboikotan yang sangat bersifat subjektif dan nol pengetahuan)

...
written by Tri Sugihantoro, November 28, 2007

Buat yang menganggap saya b***h dan yang ngakak membaca komentar saya, yang saya alami itu hanya satu contoh sederhana. Setahu saya ponsel bukan hanya Nokia. Biskuit pun bukan hanya biskuat. Air mineral juga bukan hanya AQUA. Shampo juga bukan hanya Rejoice. Setiap produk apa pun selalu ada alternatifnya. Cuma buat Hein, Avandito, dan Rara: apa pertanggungjawaban Anda terhadap Tuhan Anda nanti di akhirat ketika ditanya "Apa yang telah kalian lakukan setelah melihat penderitaan saudaramu seiman dizalimi tentara Yahudi Israel?" Politik tidak terkait dengan ekonomi? Aneh!!!! PMA banyak yang berat mau berinvestasi di Indonesia itu akibat kondisi politik yang tidak kondusif buat kepentingan mereka. Politik (dalam hal ini peperangan/penjajahan) itu butuh modal. Senjata itu didapat dengan hasil perekonomian, bukan buatan Mpu Hein. Tank diproduksi dengan bahan baku hasil membeli (ekonomi), bukan bikinan Ki Avandito. Peluru juga dibuat dengan bahan baku yang harus dibeli dengan money, bukan produk Nyi Rara (Kidul?). jadi, sudah sangat bisa dipastikan bahwa politik sangat terkait dengan ekonomi!!! Yang jelas, pesan saya buat saudara-saudara saya: lakukanlah apa yang kamu bisa upayakan. Sekecil apapun, Allah Mahatahu! Satu lagi: Tidak bisa memboikot satu produk bukan berarti Anda tidak jadi memboikot aksi penjajahan Israel dan yahudi! Salam, Tri

...
written by yudha, January 20, 2008

lumayan?!! jangan tersinggung lho yupZZZZ....

...
written by eko, April 16, 2008

setuju sekali.boikot ja israel zionis terkutuk

...
written by naisha, July 04, 2008

buat pak Tri.saya setuju pendapat anda.buat semuanya, ingat!segala sesuatu dimulai dari hal2 kecil termasuk boikot.bukan mustahil hal kecil spt boikot tsb bisa mjd ancaman serius utk yahudi.saya adalah salah satu contohny. Insya ALLAH sudah hampir 4thn saya berusaha tdk menggunakan produk israel dan sekutunya.saya rela bersusah payah utk mencari barang alternatif dan Alhamdulillah saya mdptkn barang2 penggantinya.jadi sekali lg boikot produk israel bukan suatu yg mustahil, apalg jika anda benar2 ingin melaksanakannya

...
written by tari, July 12, 2008

sangat setuju dengan pak tri. sikap-sikap orang yang cenderung meremehkan hal-hal kecil itu persis seperti yang terjadi pada masa Rasulullah. PAdahal jelas-jelas Rasulullah bersabda yang kira-kira begini:"cabang iman itu da 70. Yang paling tinggi:mengucapkan 2 kalimat syahadat. Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan hal-hal yang mengganggu di jalan". Nah lho coba di pikir...ngenyingkirin duri dari jalan aja merupkan cabang iman. Apalagi nolong saudara kita di PAlestine???dengan cara boycot israel??? sudah tentu berpahala. Insya ALLAh...

...
written by Muhammad Ibrahim Ash-Shiddiq, July 14, 2008

Ass...wr..Wb.. Untuk yang setuju, alhamdulillah... Untuk yang belum setuju mudah2an ditunjukkan jalan yang benar dan dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT... SAYA SANGAT SETUJU DENGAN Pak Tri dan orang-orang yang comment YANG SETUJU terhadap pemboikotan ISRAEL Laktalullah Alaihi... Kunjungi situs saya http://al-jihads.blogspot.com... Syukran...

Write comment


Write the displayed characters


Powered by Azrul's Jom Comment
busy
 
< Prev   Next >

Irwan's Profile

Irwan

Bookmarks Us




Tell a Friend




directory
Blog Indonesia